Grup idola K-Pop generasi keempat yang populer, TREASURE, baru-baru ini menjadi pusat perhatian publik setelah meluncurkan lagu terbaru mereka yang bertajuk "IF I". Namun, pencapaian luar biasa yang berhasil diraih oleh grup asuhan YG Entertainment tersebut justru menuai kritikan pedas dan ejekan dari kalangan netizen di media sosial akibat dugaan adanya praktik "payola" atau manipulasi melalui iklan berbayar.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan dari outlet berita Koreaboo, video musik "IF I" dinobatkan sebagai video musik dari grup generasi keempat tercepat yang berhasil melampaui angka 100 juta penayangan di platform YouTube. Pengamat musik mencatat bahwa jumlah fantastis tersebut berhasil diraih oleh TREASURE dalam kurun waktu yang sangat singkat, yakni hanya 11 hari dan 22 jam saja.
Pencapaian tersebut berhasil menggeser posisi beberapa grup idola papan atas lainnya. Menurut data statistik yang beredar, posisi kedua ditempati oleh (G)I-DLE dengan lagu "Nxde" yang membutuhkan waktu 17 hari 15 jam, disusul oleh aespa lewat lagu "Savage" dalam waktu 17 hari 19 jam, serta lagu "QUEENCARD" milik (G)I-DLE di posisi keempat dengan torehan waktu 18 hari 6 jam.
Dari pantauan redaksi di platform media sosial X, lonjakan angka penayangan yang sangat masif ini memicu kecurigaan besar di kalangan netizen internasional. Banyak pengguna internet yang kemudian membandingkan performa digital TREASURE dengan grup legendaris BTS, terutama terkait rasio yang tidak seimbang antara jumlah penayangan video dengan jumlah tanda suka atau "likes" yang didapatkan.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan banyak netizen yang menyuarakan sindiran terhadap agensi mereka. Salah satu pengguna dengan akun @LizJJY menuliskan, "Tidak bermaksud menjatuhkan TREASURE karena saya akui saya menyukai tiga lagu mereka, tetapi mencapai 100 juta views dalam waktu singkat, bahkan tidak sampai 1 juta likes dan tanpa ada gaung di luar gelembung Teume (fandom TREASURE) membuktikan itu semua adalah iklan."
Sentimen serupa juga diungkapkan oleh akun @whotfisepipen yang mengkritik ketidakselarasan data tersebut di lapangan. Menurut cuitannya, "Iklan bekerja terlalu keras, bahkan tidak menyentuh 500 ribu likes dan hampir tidak ada 10 juta streaming resmi di YouTube, saya menangis." Hingga kini, perdebatan mengenai keaslian angka penayangan organik dalam industri musik K-Pop masih terus bergulir hangat di kalangan komunitas penggemar global.